catatan sebelum pesta mewah dipedalamanku.

sementara seluruh rasa yang aku miliki punya ruangannya masing-masing, yang ada padamu tak bisa tidak membuatku memberontak dan ingin mengagungkan kita pada arcapada. padahal sempurna, seluruh yang kita damba-damba. berbalas, berkasih, berserikat. bijaksana saling kita percayakan. walau tak henti-hentinya aku bernalar, mencari seribu pusaka untuk mengusirmu dari hari-hari. apa dayanya, dahulu, hingga kini, tak bisa tidak hangat yang kau selimutkan padaku terlalu erat mendekap. mungkin seluruhnya berhulu dari caramu temukan aku, di kala terjangkit penyakit parah yang sebabnya kesendirian. sungguhan, basmara ini tidak dapat aku hentikan!

meskipun, rupanya aku terlalu kacau balau untuk menjadi berlian, karena kaulah seorang yang menyelinap dengan mahkota kasih sayang dan ketulusan. beberapa malam mungkin aku masih bermimpi, sepertinya dunia terlalu gusar untuk menanti kita bersama, seiring aku pun sadari: mungkin saja yang berlebih diantara kita sejak dulu memang sudah karam, bersama reruntuhan dan puing-puing. dunia ini meletakkan kau dan aku sebagai sebuah keniscayaan. tapi entah mengapa padaku tak pernah ada sesal, aku sempat bahagia, dan kau selamanya. karena pada suatu waktu, aku pernah menjadi keniscayaan untuk samudra yang mengajarkanku nadir dan lapang dada. semoga kau pun, selayaknya sirius akan berseri selalu! doaku semoga menjadi baik siapapun yang kemudian bersamamu.

--

--

me & my mediocre, some about tales, some about my day-to-day struggles.

Love podcasts or audiobooks? Learn on the go with our new app.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store